Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Indonesia On the Track
- Created Oct 13 2026
- / 119 Read
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang relatif stabil dan berada pada arah yang positif. Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen sekaligus mendorong investasi dan memperbaiki sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap terjaga, dengan konsumsi masyarakat dan kegiatan usaha yang terus menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan.
Menariknya, pertumbuhan ekonomi juga mulai memperlihatkan peran investasi yang semakin penting. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh di kisaran 5 persen tetap menjadi penopang utama, tetapi penguatan investasi membuka peluang bagi pertumbuhan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Hal tersebut terlihat dari realisasi investasi pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun. Investasi tersebut menyerap hampir 1,45 juta tenaga kerja. Angka ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan penambahan modal, tetapi juga berpotensi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dari sisi stabilitas harga, pemerintah juga mampu menjaga inflasi agar tetap terkendali. Inflasi yang berada dalam rentang sasaran pemerintah, yakni 2,5--3,5 persen, menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Sebab, pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna apabila masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau.
Perbaikan juga terlihat pada indikator kemiskinan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan Indonesia tercatat turun menjadi 8,07 persen. Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan ekonomi perluasan manfaatnya terus diarahkan agar dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, ketimpangan pendapatan juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Rasio Gini Indonesia pada Maret 2026 turun menjadi 0,368, dibandingkan 0,375 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan dalam distribusi pengeluaran masyarakat, meskipun pemerataan kesejahteraan masih perlu terus diperkuat.
Berbagai indikator tersebut memperlihatkan bahwa kinerja ekonomi tidak cukup dinilai hanya dari angka pertumbuhan. Stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, dan perbaikan pemerataan juga menjadi ukuran penting untuk melihat dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memberikan sejumlah modal positif bagi perekonomian Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tetap terjaga, investasi semakin berkualitas, dan manfaat pembangunan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan konsistensi kebijakan dan penguatan sektor produktif, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga semakin inklusif dan berkelanjutan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















